Sabtu, 01 Desember 2012


Nama : Risa Mahdayani
Nim   : 12709251028
Kelas   : Pps Pendidikan Matematika A
Refleksi perkuliahan filsafat ilmu 19 November 2012

ILMU FILSAFAT
Dalam mempelajari filsafat masih banyak yang belum dipahami dan dibaca ,katakanlah banyak yang sudah dibahas boleh dianggap sebagai unsur unsur walaupun demikian banyak lagi yang harus digali dan yang jadi masalah seberapa banyak kebutuhan untuk mengetahui filsafat tersebut, apakah seseorang yang ingin berfilsafat matematika seberapa banyak untuk mengetahui matematika apakah harus sempurna matematikanya? Apakah harus mempunyai karya karya ilmiah sampai meraih hadiah nobel? Tampaknya tidak, tapi kalau terlalu sedikit juga bermasalah namun jika menggapai tingkat sempurna itu juga menjadi modal dasar yang sangat baik. Tetapi sekaligus kalau seseorang yang sudah sempurna juga mempunyai kelemahan tingkat fleksibilitasnya menjadi rendah dalam menerapkan ilmunya. Untuk itulah maka didalam memepelajari filsafat ternyata yang harus direfleksikan banyak hal dan hal itu meliputi yang ada danyang mungkin ada itu adalah berdimensi. Mulai dari awal pertanyaan apa sebenarnya filsafat mungmin sampai sekarang masih belum yakin bagaimana apa sebenarnya filsafat karena kesadaran kita terhdap ruang dan waktunya filsafat, jadi berfilsafat itu adalah modalnya berpikir kritis jadi menggunakan pikiran dan olah pikir,berpikir itu mempunyai banyak dimensinyan dan banyak hubugannya. Bagaimana menrapka pikiran untuk memahami segala sesuatunya sehingga harapannya memlaui berfilsafat itu bisa memperbincangkan didalam ruang dan waktunya dan kalau berbicara filsafat pendidikan maka ruang yang satu dengan yang lainnya saling berpotongan. Didalam nya itu ada dimensi baru yaitu ruang material forlmal,spiritual dan lain lainnya.
Fungsi karakter matematika di sekolah adalah mengajarkan tentang kesadaran klasifikasi/ penggolong-golongan, hal ini dipandang dari sisi filsafat sangat mudah karena penggolong-golongan adalah kategori. Kategori sangat penting, tiadalah kesadaran kita terlepas dari kategori. Pengetahuan dan ilmu itu adalah merupakan kategori. Tanpa kategori kita tidak mampu berpikir dan tidak bisa hidup. Kategori itu merupakan salah satu bentuk dari intuisi ruang. Dalam kuliah SMA atau S1 mereka membaca buku-buku filsafat, bisa sumber primer, skunder maupun tersier. Jadi kita sudah belajar filsafat dari perkembangannya mulai jaman Yunani Kuno dulu. Wajar kalau yang menjadi fokus adalah segala benda yang berada di luar dirinya. maka dia selalu tertarik segala sesuatu itu dibuat dari apa dan unsur dasarnya apa. Maka mulailah pemikiran-pemikiran untuk menggali unsur-unsur  benda yang ada di bumi ini. Maka muncullah pemikir-pemikir dengan berbagai teori. itulah kaitannya dengan pikiran para filsuf.
Jadi kita sudah belajar filsafat dari perkembangannya dari jaman yunani dulu dimana mula mulanya bangsa yang primitive ,wajar kalau yang menjadi focus adalah segala benda yang ada diluar dirinya maka mulailah pikiran untuk menggali unsur dasar yang ada di bumi ini maka muncula pemikir dengan teori teorinya dan tahap berikutnya muncul tidak merasa puas,maka bergeser dengan melihat diri manusia sendiri, ukuran dari segala sesuatu adalah manusia dan belum ada agama pada saat itu, waktu berjalan sehingga muncul penerapan kemudia melihat kepada kepentingan kepada kehidupan sehari hari maka plato membuat buku  yang berbicara mengenai ketata negaraan munculnya cikal bakal negara sehingga praktek negara pertaman pada jaman yunani kuno itu maka muncula pemikir pemikir yang lain sebenanya masih bersifat netral karena perkembangan gereja cukup lama juga, kemudian juga munculnya agama islam jadi perkembangan gereja itu cukup lama. Tiada satu orangpun tidak boleh menegakkan kebenaran atas ijin gereja dan salah satu kebenaran adalah bumi itu merupakan alam semesta, dan sampai sekarang ilmiah itu berbicara bukan bumi sebagai pusat, semua orang berbicara bahwa ialah matahai sebagai pusatnya. Kembali pada masalah perkembangan filsafat, ketika jaman modern itu diawali oleh revolusi Copernicus itu merupakan landasan untuk jaman modern. Yang disebut kaum Empiris itu banyak sekali, ada Empiris daratan Eropa ada Empiris daratan Inggris, tokohnya berbeda-beda,  juga ada Rasionalis yang di Inggris maupun di Eropa, walaupun tokoh Rasionalis adalah orang Perancis misalnya. Tapi kalau kita lihat kembali, perkembangan filsafat atau lajunya dinamika itu juga terjadi sejarah peradaban manusia dengan berbagai macam keadaan atau naik turunnya pergaulan antar bangsa. Pertama-tama bahwa ajaran Yunani Kuno itu dibawa oleh orang-orang Islam ke timur dan dipelajari di sana. Sementara semangatnya pada saat itu karena dominasi gereja itulah maka filsafat Yunani itu dianggap bertentangan dengan gereja.
Definisi ilmu itu tergantung dunianya. Ada lima dunia ; kaum industry, kaum konservatif, kaum humanis (old humanis), kaum sosiokontraktif, kaum progresif (kaum education is for all society). Kaum industry, kaum konservatif dan kaum humanis (old humanis) mendefinisikan matematika sebagai body of knowledge, sebagai structure of knowledge. Jadi para mathematicism itu adalah para prajurit-prajuritnya kaum Industrialisasi ini. Hebatnya orang berfilsafat itu yaitu mampu mentrasformir dunia, menembus ruang dan waktu. Old Humanis itu artinya tidak berpusat pada Tuhan, tetapi berpusat pada manusia. Lain dengan Humaniora yang berarti sifat-sifat manusiawi, tapi kalau Humanis itu yang bersifat berpusat pada diri manusia, ini tidak baik menurut orang yang berpusat pada Tuhan. Hal ini jika dilihat dari segmen sisi pendidikan.
Indonesia sekarang ini sudah terjebak dalam skema Kapitalis, Pragmatis, Utilitarian, Hedonis, atau sang Powernow. Jadi kalau ingin membaca riwayat hidup Indonesia di waktu yang akan datang maka bacalah riwayat hidup Amerika. Karena Amerika itu adalah tokoh dan sponsornya Powernow. Indonesia sekarang ini berada pada fase dimana lebih suka dengan sensasi, itu baik atau buruk tidak peduli. Kaitannya dengan artis yang turun ke dunia politik itu fenomenanya bisa dikatakan sebagai kekecewaan masyarakat terhadap situasi, atau bisa juga diistilahkan sebagai “nglulu”. Intuisi itu sangat penting sekali. Ada intuisi ruang ada intuisi waktu. Intuisi ruang miaslnya panjang, pendek, besar, kecil, jauh, dekat. Belajar intuisi itu dengan peragaan, tidak perlu mendefinisikan.