Sabtu, 01 Desember 2012


Nama : Risa Mahdayani
Nim   : 12709251028
Kelas   : Pps Pendidikan Matematika A
Refleksi perkuliahan filsafat ilmu 19 November 2012

ILMU FILSAFAT
Dalam mempelajari filsafat masih banyak yang belum dipahami dan dibaca ,katakanlah banyak yang sudah dibahas boleh dianggap sebagai unsur unsur walaupun demikian banyak lagi yang harus digali dan yang jadi masalah seberapa banyak kebutuhan untuk mengetahui filsafat tersebut, apakah seseorang yang ingin berfilsafat matematika seberapa banyak untuk mengetahui matematika apakah harus sempurna matematikanya? Apakah harus mempunyai karya karya ilmiah sampai meraih hadiah nobel? Tampaknya tidak, tapi kalau terlalu sedikit juga bermasalah namun jika menggapai tingkat sempurna itu juga menjadi modal dasar yang sangat baik. Tetapi sekaligus kalau seseorang yang sudah sempurna juga mempunyai kelemahan tingkat fleksibilitasnya menjadi rendah dalam menerapkan ilmunya. Untuk itulah maka didalam memepelajari filsafat ternyata yang harus direfleksikan banyak hal dan hal itu meliputi yang ada danyang mungkin ada itu adalah berdimensi. Mulai dari awal pertanyaan apa sebenarnya filsafat mungmin sampai sekarang masih belum yakin bagaimana apa sebenarnya filsafat karena kesadaran kita terhdap ruang dan waktunya filsafat, jadi berfilsafat itu adalah modalnya berpikir kritis jadi menggunakan pikiran dan olah pikir,berpikir itu mempunyai banyak dimensinyan dan banyak hubugannya. Bagaimana menrapka pikiran untuk memahami segala sesuatunya sehingga harapannya memlaui berfilsafat itu bisa memperbincangkan didalam ruang dan waktunya dan kalau berbicara filsafat pendidikan maka ruang yang satu dengan yang lainnya saling berpotongan. Didalam nya itu ada dimensi baru yaitu ruang material forlmal,spiritual dan lain lainnya.
Fungsi karakter matematika di sekolah adalah mengajarkan tentang kesadaran klasifikasi/ penggolong-golongan, hal ini dipandang dari sisi filsafat sangat mudah karena penggolong-golongan adalah kategori. Kategori sangat penting, tiadalah kesadaran kita terlepas dari kategori. Pengetahuan dan ilmu itu adalah merupakan kategori. Tanpa kategori kita tidak mampu berpikir dan tidak bisa hidup. Kategori itu merupakan salah satu bentuk dari intuisi ruang. Dalam kuliah SMA atau S1 mereka membaca buku-buku filsafat, bisa sumber primer, skunder maupun tersier. Jadi kita sudah belajar filsafat dari perkembangannya mulai jaman Yunani Kuno dulu. Wajar kalau yang menjadi fokus adalah segala benda yang berada di luar dirinya. maka dia selalu tertarik segala sesuatu itu dibuat dari apa dan unsur dasarnya apa. Maka mulailah pemikiran-pemikiran untuk menggali unsur-unsur  benda yang ada di bumi ini. Maka muncullah pemikir-pemikir dengan berbagai teori. itulah kaitannya dengan pikiran para filsuf.
Jadi kita sudah belajar filsafat dari perkembangannya dari jaman yunani dulu dimana mula mulanya bangsa yang primitive ,wajar kalau yang menjadi focus adalah segala benda yang ada diluar dirinya maka mulailah pikiran untuk menggali unsur dasar yang ada di bumi ini maka muncula pemikir dengan teori teorinya dan tahap berikutnya muncul tidak merasa puas,maka bergeser dengan melihat diri manusia sendiri, ukuran dari segala sesuatu adalah manusia dan belum ada agama pada saat itu, waktu berjalan sehingga muncul penerapan kemudia melihat kepada kepentingan kepada kehidupan sehari hari maka plato membuat buku  yang berbicara mengenai ketata negaraan munculnya cikal bakal negara sehingga praktek negara pertaman pada jaman yunani kuno itu maka muncula pemikir pemikir yang lain sebenanya masih bersifat netral karena perkembangan gereja cukup lama juga, kemudian juga munculnya agama islam jadi perkembangan gereja itu cukup lama. Tiada satu orangpun tidak boleh menegakkan kebenaran atas ijin gereja dan salah satu kebenaran adalah bumi itu merupakan alam semesta, dan sampai sekarang ilmiah itu berbicara bukan bumi sebagai pusat, semua orang berbicara bahwa ialah matahai sebagai pusatnya. Kembali pada masalah perkembangan filsafat, ketika jaman modern itu diawali oleh revolusi Copernicus itu merupakan landasan untuk jaman modern. Yang disebut kaum Empiris itu banyak sekali, ada Empiris daratan Eropa ada Empiris daratan Inggris, tokohnya berbeda-beda,  juga ada Rasionalis yang di Inggris maupun di Eropa, walaupun tokoh Rasionalis adalah orang Perancis misalnya. Tapi kalau kita lihat kembali, perkembangan filsafat atau lajunya dinamika itu juga terjadi sejarah peradaban manusia dengan berbagai macam keadaan atau naik turunnya pergaulan antar bangsa. Pertama-tama bahwa ajaran Yunani Kuno itu dibawa oleh orang-orang Islam ke timur dan dipelajari di sana. Sementara semangatnya pada saat itu karena dominasi gereja itulah maka filsafat Yunani itu dianggap bertentangan dengan gereja.
Definisi ilmu itu tergantung dunianya. Ada lima dunia ; kaum industry, kaum konservatif, kaum humanis (old humanis), kaum sosiokontraktif, kaum progresif (kaum education is for all society). Kaum industry, kaum konservatif dan kaum humanis (old humanis) mendefinisikan matematika sebagai body of knowledge, sebagai structure of knowledge. Jadi para mathematicism itu adalah para prajurit-prajuritnya kaum Industrialisasi ini. Hebatnya orang berfilsafat itu yaitu mampu mentrasformir dunia, menembus ruang dan waktu. Old Humanis itu artinya tidak berpusat pada Tuhan, tetapi berpusat pada manusia. Lain dengan Humaniora yang berarti sifat-sifat manusiawi, tapi kalau Humanis itu yang bersifat berpusat pada diri manusia, ini tidak baik menurut orang yang berpusat pada Tuhan. Hal ini jika dilihat dari segmen sisi pendidikan.
Indonesia sekarang ini sudah terjebak dalam skema Kapitalis, Pragmatis, Utilitarian, Hedonis, atau sang Powernow. Jadi kalau ingin membaca riwayat hidup Indonesia di waktu yang akan datang maka bacalah riwayat hidup Amerika. Karena Amerika itu adalah tokoh dan sponsornya Powernow. Indonesia sekarang ini berada pada fase dimana lebih suka dengan sensasi, itu baik atau buruk tidak peduli. Kaitannya dengan artis yang turun ke dunia politik itu fenomenanya bisa dikatakan sebagai kekecewaan masyarakat terhadap situasi, atau bisa juga diistilahkan sebagai “nglulu”. Intuisi itu sangat penting sekali. Ada intuisi ruang ada intuisi waktu. Intuisi ruang miaslnya panjang, pendek, besar, kecil, jauh, dekat. Belajar intuisi itu dengan peragaan, tidak perlu mendefinisikan.


Minggu, 18 November 2012

Definisi Ruang Dan Waktu


Nama  : Risa Mahdayani
Nim     : 12709251028           
Kelas  : Pps Pendidikan Matematika
Tugas Filsafat Ilmu

Definisi Ruang Dan Waktu
Yang dimaksud dengan ruang baik ruang konkrit , ruang formal, ruang normative, maupun ruang spiritual. Mengenai pemahaman ruang , tidak mudah memahami ruang ,ruang material hanya dipahami oleh orang orang awam bagaimana dia bisa memahami ruang yaitu secara intuisi , kita juga bisa menebak nebak kapan mulai mengenai konsep ruang tetapi bagaimana cara mengekstensikan yaitu dengan menggunakan abstraksi atau reduksi tangkap yang masih tersisa, kalau diekstensikan menggunakan bahasa analog ruang material ternyata kita temukan bermacam macam ruang , ruang sendiri adalah intuisi berarti ruang material pun sebetulnya hanya ada didalam pikiran maka intuisi dari ruang adalah intuisi dari intuisi sama dengan berpikir atau metakognitif maka kita masing masing mempunyai ruang yang ada dan yang mungkin ada yang masing masing tak terhingga. Didalam sosiologi kita juga mempunyai ruang misal ruang lingkup maka setiap yang maka dan yang mungkin ada maka ruang itu sebetulnya adalah wadah.
            Ruang itu sebetulnya ada intuisi , kalau dinilai sebagai objek maka dinilai sebagai wadah dan isinya atau formal dan subtansinya maka kita bisa membuat ciri khas meliputi yang ada dan yang mungkin ada, ruang itu mempunyai sifat dari yang ada dan yang mungkin ada yang mempunyai ruang. Maka sebenar orang berilmu kalau dia sopan santun terhadap ruang dan waktu jadi kita memahami ruang karena intuisi waktu seperti kita memahami luas, dekat , jauh dan kita tidak ingat kapan mulai memahami ruang. Kita hidup didalam ruang dan waktu kita memahami ruang melalui waktu memahami waktu melalui ruang.
Kenapa pembelajaran matematika menjadi momok menakutkan karena guru tidak paham tentang intuisi. Setiap orang mempunyai ruang dan waktunya masing masing maka dikatakan ada semacam kalau politik pendidikan ada namanya standar, maka ada pola pola hubungan antara ruang dan waktu antara ruang dan satu dengan ruang yg lain maka siapakah yang bisa menembus ruang dan waktu adalah dirimu sendiri , dirimu secara normative adalah pikiran mu maka menembus ruang dan waktu adalah sejauh mana doamu menembus ruang dan waktu. Ukurannya adalah keikhlasan masing masing. Berdoa akan memandang berbeda orang orang yang sudah terlatih maka memandang berbeda segala sesuatu yang belum didoakan maka masih dianggap kotor maka transenden nya orang orang berdoa itu terkadang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Bagaimana engkau bisa percaya pada nabi secara nabi sudah meninggal dunia bagaimana engkau bisa mempercayainya kalau menganggu pikiran lebih baik tidak usah dipikirkan kalau bisa meningkatkan keimanan maka bisa untuk dipikirkan jadi sehebat hebat doa adalah yang terucap.

Sabtu, 29 September 2012

ALIRAN FILSAFAT POSITIVISME


Di dalam kehidupan praktis sehari-hari, manusia bergerak di dalam dunia yang telah diselubungi dengan penafsiran-penafsiran dan kategori-kategori ilmu pengetahuan dan filsafat. Penafsiran-penafsiran itu seringkali diwarnai oleh kepentingan-kepentingan, situasi-situasi kehidupan dan kebiasaan-kebiasaan, sehingga ia telah melupakan dunia apa adanya, dunia kehidupan yang murni, tempat berpijaknya segala bentuk penafsiran.
Dominasi paradigma positivisme selama bertahun-tahun terhadap dunia keilmuwan, tidak hanya dalam ilmu-ilmu alam tetapi juga pada ilmu-ilmu sosial bahkan ilmu humanities, telah mengakibatkan krisis ilmu pengetahuan. Persoalannya bukan penerapan pola pikir positivistis terhadap ilmu-ilmu alam, karena hal itu memang sesuai, melainkan positivisme dalam ilmu-ilmu sosial, yaitu masyarakat dan manusia sebagai makhluk historis.
Kata Positivisme merupakan turunan dari kata positive. John M. Echols mengartikan positive dengan beberapa kata yaitu positif (lawan dari negatif), tegas, pasti, meyakinkan. Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Aliran ini berpandangan bahwa manusia tidak pernah mengetahui lebih dari fakta-fakta, atau apa yang nampak, manusia tidak pernah mengetahui sesuatu dibalik fakta-fakta.
Ajaran positivisme timbul pada abad 19 dan termasuk jenis filsafat abad modern. Kelahirannya hampir bersamaan dengan empirisme. Kesamaan diantara keduanya antara lain bahwa keduanya mengutamakan pengalaman. Perbedaannya, positivisme hanya membatasi diri pada pengalaman-pengalaman yang objektif, sedangkan empirisme menerima juga pengalaman-pengalaman batiniah atau pengalaman yang subjektif. Salah satu Tokoh terpenting dari aliran positivisme adalah August Comte (1798-1857). Auguste Comte lahir di Montpellier, Perancis pada 19 Januari 1798. August Comte adalah tokoh aliran positivisme yang paling terkenal. Kaum positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan. Aliran ini tentunya mendapat pengaruh dari kaum empiris dan mereka sangat optimis dengan kemajuan dari revolusi Perancis. Bagi Comte untuk menciptakan masyarakat yang adil, diperlukan metode positif yang kepastiannya tidak dapat digugat. Metode positif ini mempunyai 4 ciri, yaitu:
1. Metode ini diarahkan pada fakta-fakta
2. Metode ini diarahkan pada perbaikan terus meneurs dari syarat-syarat hidup
3. Metode ini berusaha ke arah kepastian
4. Metode ini berusaha ke arah kecermatan.
Metode positif juga mempunyai sarana-sarana bantu yaitu pengamatan, perbandingan, eksperimen dan metode historis.
Menurut Comte , perkembangan pemikiran manusia berlangsung dalam 3 zaman, yaitu; zaman teologis, zaman metafisis dan zaman ilmiah atau zaman positif.
1).  Pada zaman teologis , manusia percaya bahwa dibelakang gejala-gejala alam. Pada tahapan ini, dimana studi kasusnya pada masyarakat primitif  yang masih hidupnya menjadi obyek bagi alam, belum memiliki hasrat atau mental untuk menguasai (pengelola) alam atau dapat dikatakan belum menjadi subyek. Animisme merupakan keyakinan awal yang membentuk pola pikir manusia lalu beranjak kepada politeisme, manusia menganggap ada roh-roh dalam setiap benda pengatur kehidupan dan dewa-dewa yang mengatur kehendak manusia dalam tiap aktivitasnya dikeseharian. Contoh yang lebih konkritnya, yaitu dewa Thor saat membenturkan godamnyalah yang membuat guntur terlihat atau dewi Sri adalah dewi kesuburan yang menetap ditiap sawah.
2)      Zaman metafisis atau nama lainnya tahap transisi dari buah pikir Comte karena tahapan ini menurut Comte hanya modifikasi dari tahapan sebelumnya. Penekanannya pada tahap ini, yaitu monoteisme yang dapat menerangkan gejala-gejala alam dengan jawaban-jawaban yang spekulatif, bukan dari analisa empirik.
3)  Zaman positif, adalah tahapan yang terakhir dari pemikiran manusia dan perkembangannya diterangkan oleh akal budi berdasarkan hukum-hukumnya yang dapat ditinjau, diuji dan dibuktikan atas cara empiris, contohnya, adalah bilamana kita memperhatikan kuburan manusia yang sudah mati pada malam hari selalu mengeluarkan asap (kabut), dan ini karena adanya perpaduan antara hawa dingin malam hari dengan nitrogen dari kandungan tanah dan serangga yang melakukan aktivitas kimiawi menguraikan sulfur pada tulang belulang manusia, akhirnya menghasilkan panas lalu mengeluarkan asap.
Menurut comte, individu dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan sosial, sehingga satuan masyarakat asasi asalah bukan individu-individu, melainkan keluarga. Dalam keluargalah individu diperkenalkan kepada masyarakat. Menurut Comte, ilmu pengetahuan bersifat positif apabila ilmu pengetahuan tersebut memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang nyata dan konkret, tanpa ada halangan dari pertimbangan-pertimbangan lainnya. 

Minggu, 23 September 2012

Jawaban dari pertanyaan pertannyaan yang diajukan yang berhubungan dengan filsafat



Mengapa filsafat disebut sebagai ilmu dari ilmu pengetahuan karena objek dari filsafat adalah yang ada yang mungkina ada meliputi semua hal.
Jika tidak ada itu ada adakah yang tidak ada, kalau melihat dari elegy itu sebetulnya kata atau tidak ada itu untuk mempertajam cara mengolah pikir kita artinya tidak terlalu penting jawaban ada atau tidak ada yang penting adalah mengapanya, tidak adalah kita itu adalah mampu menunjuk waktu yang sekarang belum selesai menunjuk waktu maka sudah berubah menjadi lampau. Maka waktu yang sekarang didefinisikan denga waktu yang lampau dengan yang sekarang , kejadian atau keadaan hidup itu bermacam macam dikaitkan dengan waktu, kejadian hidup yang sehat.  Jika menginagt sesuatu yang pernah dilakukan itu apakah itu termasuk kejadian dari masa lalu dan itu sebenarnya adalah bisa jadi bagian dari mimpi, kalau bisa dipakai denga metode ilmiah kalau tidak bisa menggunakan hypotical analisis dan kalau dengan cara kedua itu tidak bisa serahkan saja pada hati. Genetic epistomolgi mempelajari mimpi berdasarkan kerja otak, otaknya dipelajari seperti responnya, suatu ketika bermimpi dan masing masing orang punya pengalaman mengenai mimpi jadi itu semua sebetulnya dari jaman dulu tidak pernah ada yang tepat sampai ada yang memasukkan unsure irasional dan ada orang orang yang mempercayai mimpinya itu adalah betul.
Apakah fungsi kebimbangan dalam hidup, bimbang harus dibagi dua yaitu dalam pikiran dalam hati, dalam pikiran silahkan kembangkan kebimbangan dalam pikiran anda karena itu adalah awal daripada karena itu adalah awal daripada pengetahuan tetapi jangan biarkan bimbang dalam hatimu karena itu adalah rekor setan, bagaimana menjadi pribadi yang tangguh, pribadi yang selalu berikhitiar menggapai harmoni ibarat gasinga walaupun keras berputarnya ditendang kemanapun tetap masih berputar dan kita harus meniru alam ibarat bumi yang tangguh karena dia berputar pada porosnya ,bumi tersebut berharmoni dan manusia harusnya meniru metode hidupnya alam semesta ini seperti wataknya bumi, wataknya bulan sekalipun samudra apapun mempunyi watak dan seperti itulah filasafat pada analog, dan pribadi yang tangguh ialah pribadi yang berhermeunitika dan melawan sifat sifat yang tidak sehat dan ssungguhnya sesuatu yang melawan kodrat itu tidak harmoni.
Manakah yang lebih dulu antara ilmu alam dan ilmu sosial, ilmu alam dengan pengetahuan ilmu alam itu bersifat struktur,pengetahuan bersifat singular, objek objek yang pertama kali yang dipelajari ituialah ilmu alam dan orang orang jaman dulu percaya pada alam, maka demokritis itu mencetuskan bahwa alam ini terbuat dari atom atom.
            Apakah hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apakah perbedaan dari berpikir biasa,ilmiah dan berpikir filsafat, berfikir biasa itu berpikir orang biasa sumbernya campur,orangnya juga campur tetapi berfikir ilmiah yang membedakan ialah objek dan metodenya dan berpikir filsafat itu sama yang membedakan objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis, polapoa didalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, dan berpikir filsafat itu adalah merangkun dari semua berpikir dan berfilsafat ilmu dan tidak lepas dari ilmu ilmu pengetahuan sedangkan kualitas dari berpikir biasa itu dapat dipercaya pada kualitas satu.

Jumat, 14 September 2012

Jawaban dari semua pertanyaan mengenai filsafat


Nama               : Risa Mahdayani
Nim                 : 12709251028
Kelas               : Pasca Sarjana Pendidikan Matematika Kelas A

Jawaban dari semua pertanyaan mengenai filsafat
Sampe dimana kah orang bisa dikatakan berfilsafat memasuki ranah spiritual, orang yang berfilsafat sampe dikatakan spiritual tergantung apa yang dipikirkan dan dengan metode apa dia memikirkan, dan orang yang tau filsafatnya sudah memasuki ranah spiritual ialah orang yang tau sampe dimana dia berusaha berikhtiar semisal orang muslim dia tau bagaimana cara dia berikhtiar untuk cara dia untuk berkomunikasi dengan Tuhan nya.
Apa kekurangan dan kelebihan lupa, lupa dari sisi filsafat segala sesuatu objek itu berdimensi maka lupa juga berdimensi dengan berdimensi ruang dan dimensi waktu, semisal mengalami maka peristiwa yang tidak menheyangkan maka perlu dilupakan. Maka hidup ini adalah 90 persen lupa, maka lupa secara filsafat adalah abstraksi,reduksi dimana dalam dalam keadaan untuk tidak memilih mengingat didalam alam bawah dasar dan adalah pilihan dibawah alam sadar maka berada di pilihan untuk tidak memikirkannya,itu artinya kodrat manusia itu adalah reduksi.
Mengapa dalam berfilsafat menggunakan bahasa miasan yang membuat bingung. Padahal dama berfilsafat biasa menggunakan bahasa yang umum dan mudah dimengerti.
Ketika dalam berfilsafat tidak ada benar ataupun salah, dan bisa saja salah semua dan benar semua, benar dalam pikiran beda dalam pikiran maupun benar dalam penglihatan.
Mungkinkan seorang yang biasa terjun kedalam bidang filsafat sehingga biasa mengajar dengan baik, jawaban dari pertanyaan itu adalah tidak ada cara mengajar yang baik.
Mungkinkah ada orang lain didalam diri kita? Orang lain yang ada didalam diri kita adalah orang yang sedang dipikirkan
Hakikat dari manusia berpikir terkadang dipengaruhi oleh mitos, musuh terbesar dalam berfilsafat adalah mitos karena mitos adalah sesuatu yang dianggap benar , sekalipun budaya itu adalah produk dari kreatifitas potensial yang diakui kebenarannya. Cara terbaik untuk menerapkan filsafat dalam diri sendiri adalah dengan cara membaca dan terus menambah ilmu.
Apakah ada filsafat yang dapat membuat kemunduran, secara substansi orang yunani kuno ialah bangsa yang pertama kali mengubah mitos menjadi lugos, misalnya keistimewaan Yogyakarta bukannya hal yang mudah untuk berbicara hal seperti itu diwilayah keratin dan tidak semua mitos itu jelek seperti anak kecil semisal dia makan itu menggunakan mitos bukan lugos.

Sabtu, 08 September 2012

Tentang Filsafat Berdasarkan Catatan Kuliah Dr. Marsigit


Filsafat merupakan disiplin ilmu yang telah ada dan berkembang dari sejak manusia mengenal Tuhan karena maksud dari filsafat bisa diartikan sama dengan cara atau alat manusia dalam mengenal Tuhan jadi jika memaknai filsafat sebagai disiplin ilmu maka hukum untuk mempelajarinya adalah wajib sebagaimana ilmu ilmu yang lain. Akan tetapi jika memaknai filsafat sebagai pola pikir maka dalam mempelajarinya harus memilah milih yang mana baik dan yang mana buruk serta mengkondisikan dengan keimanan yang ada serta manfaat yang dapat diperoleh karena lebih mengkedepankan akal logis  dan mempelajari kecakapan untuk berpikir lurus, tepat dan teratur.  Manfaat filsafat bisa diartikan dengan manfaat pikiran dimana berpikir adalah proses rohani atau kegiatan rohani yang berada dalam rangka bertanya dan berusaha untuk memperoleh jawaban. Berpikir merupakan upaya untuk memecahkan masalah. Sering juga disebut berpikir refleksif. Berpikir refleksif berarti terarah/teratur, yakni berpikir untuk menjawab pertanyaan yang terus menerus menjadi pusat perhatian. Ketika mempelajari konsep filsafat demikian disampaikan Dr.Marsigit pada perkuliahan pertama dimana kita diajarkan ketika mempelajari ilmu filsafat kita diajarkan untuk memahami suatu permasalahan dan mencari solusi dari permasalan tersebut serta memberikan argumentasi dan solusi untuk permasalahan tersebut. Bahasa filsafat yang digunakan adalah bahasa analogi yang artinya filsafat menjelaskan suatu hal atau permasalahan secara analogi melalui peristiwa tertentu.
Sifat filsafat terbagi dua yaitu bersifat intensif dan secara ekstensif yang mana intensif adalah berpikir kedalam diri sendiri sedangkan ekstensif adalah dengan menggunakan referensi benda benda yang ada disekeliling kita dan objek dari filsafat adalah segala yang mungkin ada karna kita tidak mampu memikirkan diri kita tanpa ada masa lalu kita.Metode untuk mempelajari filsafat adalah hermeunitika yaitu dengan menerjemahkan dan diterjemahkan.
believe you can  and you are halfway there - Theodore Roosevelt