Sabtu, 29 September 2012

ALIRAN FILSAFAT POSITIVISME


Di dalam kehidupan praktis sehari-hari, manusia bergerak di dalam dunia yang telah diselubungi dengan penafsiran-penafsiran dan kategori-kategori ilmu pengetahuan dan filsafat. Penafsiran-penafsiran itu seringkali diwarnai oleh kepentingan-kepentingan, situasi-situasi kehidupan dan kebiasaan-kebiasaan, sehingga ia telah melupakan dunia apa adanya, dunia kehidupan yang murni, tempat berpijaknya segala bentuk penafsiran.
Dominasi paradigma positivisme selama bertahun-tahun terhadap dunia keilmuwan, tidak hanya dalam ilmu-ilmu alam tetapi juga pada ilmu-ilmu sosial bahkan ilmu humanities, telah mengakibatkan krisis ilmu pengetahuan. Persoalannya bukan penerapan pola pikir positivistis terhadap ilmu-ilmu alam, karena hal itu memang sesuai, melainkan positivisme dalam ilmu-ilmu sosial, yaitu masyarakat dan manusia sebagai makhluk historis.
Kata Positivisme merupakan turunan dari kata positive. John M. Echols mengartikan positive dengan beberapa kata yaitu positif (lawan dari negatif), tegas, pasti, meyakinkan. Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Aliran ini berpandangan bahwa manusia tidak pernah mengetahui lebih dari fakta-fakta, atau apa yang nampak, manusia tidak pernah mengetahui sesuatu dibalik fakta-fakta.
Ajaran positivisme timbul pada abad 19 dan termasuk jenis filsafat abad modern. Kelahirannya hampir bersamaan dengan empirisme. Kesamaan diantara keduanya antara lain bahwa keduanya mengutamakan pengalaman. Perbedaannya, positivisme hanya membatasi diri pada pengalaman-pengalaman yang objektif, sedangkan empirisme menerima juga pengalaman-pengalaman batiniah atau pengalaman yang subjektif. Salah satu Tokoh terpenting dari aliran positivisme adalah August Comte (1798-1857). Auguste Comte lahir di Montpellier, Perancis pada 19 Januari 1798. August Comte adalah tokoh aliran positivisme yang paling terkenal. Kaum positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan. Aliran ini tentunya mendapat pengaruh dari kaum empiris dan mereka sangat optimis dengan kemajuan dari revolusi Perancis. Bagi Comte untuk menciptakan masyarakat yang adil, diperlukan metode positif yang kepastiannya tidak dapat digugat. Metode positif ini mempunyai 4 ciri, yaitu:
1. Metode ini diarahkan pada fakta-fakta
2. Metode ini diarahkan pada perbaikan terus meneurs dari syarat-syarat hidup
3. Metode ini berusaha ke arah kepastian
4. Metode ini berusaha ke arah kecermatan.
Metode positif juga mempunyai sarana-sarana bantu yaitu pengamatan, perbandingan, eksperimen dan metode historis.
Menurut Comte , perkembangan pemikiran manusia berlangsung dalam 3 zaman, yaitu; zaman teologis, zaman metafisis dan zaman ilmiah atau zaman positif.
1).  Pada zaman teologis , manusia percaya bahwa dibelakang gejala-gejala alam. Pada tahapan ini, dimana studi kasusnya pada masyarakat primitif  yang masih hidupnya menjadi obyek bagi alam, belum memiliki hasrat atau mental untuk menguasai (pengelola) alam atau dapat dikatakan belum menjadi subyek. Animisme merupakan keyakinan awal yang membentuk pola pikir manusia lalu beranjak kepada politeisme, manusia menganggap ada roh-roh dalam setiap benda pengatur kehidupan dan dewa-dewa yang mengatur kehendak manusia dalam tiap aktivitasnya dikeseharian. Contoh yang lebih konkritnya, yaitu dewa Thor saat membenturkan godamnyalah yang membuat guntur terlihat atau dewi Sri adalah dewi kesuburan yang menetap ditiap sawah.
2)      Zaman metafisis atau nama lainnya tahap transisi dari buah pikir Comte karena tahapan ini menurut Comte hanya modifikasi dari tahapan sebelumnya. Penekanannya pada tahap ini, yaitu monoteisme yang dapat menerangkan gejala-gejala alam dengan jawaban-jawaban yang spekulatif, bukan dari analisa empirik.
3)  Zaman positif, adalah tahapan yang terakhir dari pemikiran manusia dan perkembangannya diterangkan oleh akal budi berdasarkan hukum-hukumnya yang dapat ditinjau, diuji dan dibuktikan atas cara empiris, contohnya, adalah bilamana kita memperhatikan kuburan manusia yang sudah mati pada malam hari selalu mengeluarkan asap (kabut), dan ini karena adanya perpaduan antara hawa dingin malam hari dengan nitrogen dari kandungan tanah dan serangga yang melakukan aktivitas kimiawi menguraikan sulfur pada tulang belulang manusia, akhirnya menghasilkan panas lalu mengeluarkan asap.
Menurut comte, individu dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan sosial, sehingga satuan masyarakat asasi asalah bukan individu-individu, melainkan keluarga. Dalam keluargalah individu diperkenalkan kepada masyarakat. Menurut Comte, ilmu pengetahuan bersifat positif apabila ilmu pengetahuan tersebut memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang nyata dan konkret, tanpa ada halangan dari pertimbangan-pertimbangan lainnya. 

Minggu, 23 September 2012

Jawaban dari pertanyaan pertannyaan yang diajukan yang berhubungan dengan filsafat



Mengapa filsafat disebut sebagai ilmu dari ilmu pengetahuan karena objek dari filsafat adalah yang ada yang mungkina ada meliputi semua hal.
Jika tidak ada itu ada adakah yang tidak ada, kalau melihat dari elegy itu sebetulnya kata atau tidak ada itu untuk mempertajam cara mengolah pikir kita artinya tidak terlalu penting jawaban ada atau tidak ada yang penting adalah mengapanya, tidak adalah kita itu adalah mampu menunjuk waktu yang sekarang belum selesai menunjuk waktu maka sudah berubah menjadi lampau. Maka waktu yang sekarang didefinisikan denga waktu yang lampau dengan yang sekarang , kejadian atau keadaan hidup itu bermacam macam dikaitkan dengan waktu, kejadian hidup yang sehat.  Jika menginagt sesuatu yang pernah dilakukan itu apakah itu termasuk kejadian dari masa lalu dan itu sebenarnya adalah bisa jadi bagian dari mimpi, kalau bisa dipakai denga metode ilmiah kalau tidak bisa menggunakan hypotical analisis dan kalau dengan cara kedua itu tidak bisa serahkan saja pada hati. Genetic epistomolgi mempelajari mimpi berdasarkan kerja otak, otaknya dipelajari seperti responnya, suatu ketika bermimpi dan masing masing orang punya pengalaman mengenai mimpi jadi itu semua sebetulnya dari jaman dulu tidak pernah ada yang tepat sampai ada yang memasukkan unsure irasional dan ada orang orang yang mempercayai mimpinya itu adalah betul.
Apakah fungsi kebimbangan dalam hidup, bimbang harus dibagi dua yaitu dalam pikiran dalam hati, dalam pikiran silahkan kembangkan kebimbangan dalam pikiran anda karena itu adalah awal daripada karena itu adalah awal daripada pengetahuan tetapi jangan biarkan bimbang dalam hatimu karena itu adalah rekor setan, bagaimana menjadi pribadi yang tangguh, pribadi yang selalu berikhitiar menggapai harmoni ibarat gasinga walaupun keras berputarnya ditendang kemanapun tetap masih berputar dan kita harus meniru alam ibarat bumi yang tangguh karena dia berputar pada porosnya ,bumi tersebut berharmoni dan manusia harusnya meniru metode hidupnya alam semesta ini seperti wataknya bumi, wataknya bulan sekalipun samudra apapun mempunyi watak dan seperti itulah filasafat pada analog, dan pribadi yang tangguh ialah pribadi yang berhermeunitika dan melawan sifat sifat yang tidak sehat dan ssungguhnya sesuatu yang melawan kodrat itu tidak harmoni.
Manakah yang lebih dulu antara ilmu alam dan ilmu sosial, ilmu alam dengan pengetahuan ilmu alam itu bersifat struktur,pengetahuan bersifat singular, objek objek yang pertama kali yang dipelajari ituialah ilmu alam dan orang orang jaman dulu percaya pada alam, maka demokritis itu mencetuskan bahwa alam ini terbuat dari atom atom.
            Apakah hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apakah perbedaan dari berpikir biasa,ilmiah dan berpikir filsafat, berfikir biasa itu berpikir orang biasa sumbernya campur,orangnya juga campur tetapi berfikir ilmiah yang membedakan ialah objek dan metodenya dan berpikir filsafat itu sama yang membedakan objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis, polapoa didalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, dan berpikir filsafat itu adalah merangkun dari semua berpikir dan berfilsafat ilmu dan tidak lepas dari ilmu ilmu pengetahuan sedangkan kualitas dari berpikir biasa itu dapat dipercaya pada kualitas satu.

Jumat, 14 September 2012

Jawaban dari semua pertanyaan mengenai filsafat


Nama               : Risa Mahdayani
Nim                 : 12709251028
Kelas               : Pasca Sarjana Pendidikan Matematika Kelas A

Jawaban dari semua pertanyaan mengenai filsafat
Sampe dimana kah orang bisa dikatakan berfilsafat memasuki ranah spiritual, orang yang berfilsafat sampe dikatakan spiritual tergantung apa yang dipikirkan dan dengan metode apa dia memikirkan, dan orang yang tau filsafatnya sudah memasuki ranah spiritual ialah orang yang tau sampe dimana dia berusaha berikhtiar semisal orang muslim dia tau bagaimana cara dia berikhtiar untuk cara dia untuk berkomunikasi dengan Tuhan nya.
Apa kekurangan dan kelebihan lupa, lupa dari sisi filsafat segala sesuatu objek itu berdimensi maka lupa juga berdimensi dengan berdimensi ruang dan dimensi waktu, semisal mengalami maka peristiwa yang tidak menheyangkan maka perlu dilupakan. Maka hidup ini adalah 90 persen lupa, maka lupa secara filsafat adalah abstraksi,reduksi dimana dalam dalam keadaan untuk tidak memilih mengingat didalam alam bawah dasar dan adalah pilihan dibawah alam sadar maka berada di pilihan untuk tidak memikirkannya,itu artinya kodrat manusia itu adalah reduksi.
Mengapa dalam berfilsafat menggunakan bahasa miasan yang membuat bingung. Padahal dama berfilsafat biasa menggunakan bahasa yang umum dan mudah dimengerti.
Ketika dalam berfilsafat tidak ada benar ataupun salah, dan bisa saja salah semua dan benar semua, benar dalam pikiran beda dalam pikiran maupun benar dalam penglihatan.
Mungkinkan seorang yang biasa terjun kedalam bidang filsafat sehingga biasa mengajar dengan baik, jawaban dari pertanyaan itu adalah tidak ada cara mengajar yang baik.
Mungkinkah ada orang lain didalam diri kita? Orang lain yang ada didalam diri kita adalah orang yang sedang dipikirkan
Hakikat dari manusia berpikir terkadang dipengaruhi oleh mitos, musuh terbesar dalam berfilsafat adalah mitos karena mitos adalah sesuatu yang dianggap benar , sekalipun budaya itu adalah produk dari kreatifitas potensial yang diakui kebenarannya. Cara terbaik untuk menerapkan filsafat dalam diri sendiri adalah dengan cara membaca dan terus menambah ilmu.
Apakah ada filsafat yang dapat membuat kemunduran, secara substansi orang yunani kuno ialah bangsa yang pertama kali mengubah mitos menjadi lugos, misalnya keistimewaan Yogyakarta bukannya hal yang mudah untuk berbicara hal seperti itu diwilayah keratin dan tidak semua mitos itu jelek seperti anak kecil semisal dia makan itu menggunakan mitos bukan lugos.

Sabtu, 08 September 2012

Tentang Filsafat Berdasarkan Catatan Kuliah Dr. Marsigit


Filsafat merupakan disiplin ilmu yang telah ada dan berkembang dari sejak manusia mengenal Tuhan karena maksud dari filsafat bisa diartikan sama dengan cara atau alat manusia dalam mengenal Tuhan jadi jika memaknai filsafat sebagai disiplin ilmu maka hukum untuk mempelajarinya adalah wajib sebagaimana ilmu ilmu yang lain. Akan tetapi jika memaknai filsafat sebagai pola pikir maka dalam mempelajarinya harus memilah milih yang mana baik dan yang mana buruk serta mengkondisikan dengan keimanan yang ada serta manfaat yang dapat diperoleh karena lebih mengkedepankan akal logis  dan mempelajari kecakapan untuk berpikir lurus, tepat dan teratur.  Manfaat filsafat bisa diartikan dengan manfaat pikiran dimana berpikir adalah proses rohani atau kegiatan rohani yang berada dalam rangka bertanya dan berusaha untuk memperoleh jawaban. Berpikir merupakan upaya untuk memecahkan masalah. Sering juga disebut berpikir refleksif. Berpikir refleksif berarti terarah/teratur, yakni berpikir untuk menjawab pertanyaan yang terus menerus menjadi pusat perhatian. Ketika mempelajari konsep filsafat demikian disampaikan Dr.Marsigit pada perkuliahan pertama dimana kita diajarkan ketika mempelajari ilmu filsafat kita diajarkan untuk memahami suatu permasalahan dan mencari solusi dari permasalan tersebut serta memberikan argumentasi dan solusi untuk permasalahan tersebut. Bahasa filsafat yang digunakan adalah bahasa analogi yang artinya filsafat menjelaskan suatu hal atau permasalahan secara analogi melalui peristiwa tertentu.
Sifat filsafat terbagi dua yaitu bersifat intensif dan secara ekstensif yang mana intensif adalah berpikir kedalam diri sendiri sedangkan ekstensif adalah dengan menggunakan referensi benda benda yang ada disekeliling kita dan objek dari filsafat adalah segala yang mungkin ada karna kita tidak mampu memikirkan diri kita tanpa ada masa lalu kita.Metode untuk mempelajari filsafat adalah hermeunitika yaitu dengan menerjemahkan dan diterjemahkan.
believe you can  and you are halfway there - Theodore Roosevelt