Nama
: Risa Mahdayani
Nim : 12709251028
Kelas : Pps Pendidikan Matematika A
Refleksi
perkuliahan filsafat ilmu 19 November 2012
ILMU FILSAFAT
Dalam mempelajari
filsafat masih banyak yang belum dipahami dan dibaca ,katakanlah banyak yang
sudah dibahas boleh dianggap sebagai unsur unsur walaupun demikian banyak lagi
yang harus digali dan yang jadi masalah seberapa banyak kebutuhan untuk
mengetahui filsafat tersebut, apakah seseorang yang ingin berfilsafat
matematika seberapa banyak untuk mengetahui matematika apakah harus sempurna
matematikanya? Apakah harus mempunyai karya karya ilmiah sampai meraih hadiah
nobel? Tampaknya tidak, tapi kalau terlalu sedikit juga bermasalah namun jika
menggapai tingkat sempurna itu juga menjadi modal dasar yang sangat baik.
Tetapi sekaligus kalau seseorang yang sudah sempurna juga mempunyai kelemahan
tingkat fleksibilitasnya menjadi rendah dalam menerapkan ilmunya. Untuk itulah
maka didalam memepelajari filsafat ternyata yang harus direfleksikan banyak hal
dan hal itu meliputi yang ada danyang mungkin ada itu adalah berdimensi. Mulai
dari awal pertanyaan apa sebenarnya filsafat mungmin sampai sekarang masih
belum yakin bagaimana apa sebenarnya filsafat karena kesadaran kita terhdap
ruang dan waktunya filsafat, jadi berfilsafat itu adalah modalnya berpikir
kritis jadi menggunakan pikiran dan olah pikir,berpikir itu mempunyai banyak
dimensinyan dan banyak hubugannya. Bagaimana menrapka pikiran untuk memahami
segala sesuatunya sehingga harapannya memlaui berfilsafat itu bisa
memperbincangkan didalam ruang dan waktunya dan kalau berbicara filsafat
pendidikan maka ruang yang satu dengan yang lainnya saling berpotongan. Didalam
nya itu ada dimensi baru yaitu ruang material forlmal,spiritual dan lain
lainnya.
Fungsi karakter
matematika di sekolah adalah mengajarkan tentang kesadaran klasifikasi/
penggolong-golongan, hal ini dipandang dari sisi filsafat sangat mudah karena
penggolong-golongan adalah kategori. Kategori sangat penting, tiadalah
kesadaran kita terlepas dari kategori. Pengetahuan dan ilmu itu adalah
merupakan kategori. Tanpa kategori kita tidak mampu berpikir dan tidak bisa
hidup. Kategori itu merupakan salah satu bentuk dari intuisi ruang. Dalam
kuliah SMA atau S1 mereka membaca buku-buku filsafat, bisa sumber primer,
skunder maupun tersier. Jadi kita sudah belajar filsafat dari perkembangannya
mulai jaman Yunani Kuno dulu. Wajar kalau yang menjadi fokus adalah segala benda
yang berada di luar dirinya. maka dia selalu tertarik segala sesuatu itu dibuat
dari apa dan unsur dasarnya apa. Maka mulailah pemikiran-pemikiran untuk
menggali unsur-unsur benda yang ada di
bumi ini. Maka muncullah pemikir-pemikir dengan berbagai teori. itulah
kaitannya dengan pikiran para filsuf.
Jadi kita sudah belajar
filsafat dari perkembangannya dari jaman yunani dulu dimana mula mulanya bangsa
yang primitive ,wajar kalau yang menjadi focus adalah segala benda yang ada
diluar dirinya maka mulailah pikiran untuk menggali unsur dasar yang ada di
bumi ini maka muncula pemikir dengan teori teorinya dan tahap berikutnya muncul
tidak merasa puas,maka bergeser dengan melihat diri manusia sendiri, ukuran
dari segala sesuatu adalah manusia dan belum ada agama pada saat itu, waktu
berjalan sehingga muncul penerapan kemudia melihat kepada kepentingan kepada
kehidupan sehari hari maka plato membuat buku
yang berbicara mengenai ketata negaraan munculnya cikal bakal negara
sehingga praktek negara pertaman pada jaman yunani kuno itu maka muncula
pemikir pemikir yang lain sebenanya masih bersifat netral karena perkembangan
gereja cukup lama juga, kemudian juga munculnya agama islam jadi perkembangan
gereja itu cukup lama. Tiada satu orangpun tidak boleh menegakkan kebenaran
atas ijin gereja dan salah satu kebenaran adalah bumi itu merupakan alam
semesta, dan sampai sekarang ilmiah itu berbicara bukan bumi sebagai pusat,
semua orang berbicara bahwa ialah matahai sebagai pusatnya. Kembali pada
masalah perkembangan filsafat, ketika jaman modern itu diawali oleh revolusi
Copernicus itu merupakan landasan untuk jaman modern. Yang disebut kaum Empiris
itu banyak sekali, ada Empiris daratan Eropa ada Empiris daratan Inggris,
tokohnya berbeda-beda, juga ada
Rasionalis yang di Inggris maupun di Eropa, walaupun tokoh Rasionalis adalah
orang Perancis misalnya. Tapi kalau kita lihat kembali, perkembangan filsafat
atau lajunya dinamika itu juga terjadi sejarah peradaban manusia dengan
berbagai macam keadaan atau naik turunnya pergaulan antar bangsa. Pertama-tama
bahwa ajaran Yunani Kuno itu dibawa oleh orang-orang Islam ke timur dan
dipelajari di sana. Sementara semangatnya pada saat itu karena dominasi gereja
itulah maka filsafat Yunani itu dianggap bertentangan dengan gereja.
Definisi ilmu itu
tergantung dunianya. Ada lima dunia ; kaum industry, kaum konservatif, kaum
humanis (old humanis), kaum sosiokontraktif, kaum progresif (kaum education is
for all society). Kaum industry, kaum konservatif dan kaum humanis (old
humanis) mendefinisikan matematika sebagai body
of knowledge, sebagai structure of
knowledge. Jadi para mathematicism itu adalah para prajurit-prajuritnya
kaum Industrialisasi ini. Hebatnya orang berfilsafat itu yaitu mampu
mentrasformir dunia, menembus ruang dan waktu. Old Humanis itu artinya tidak
berpusat pada Tuhan, tetapi berpusat pada manusia. Lain dengan Humaniora yang
berarti sifat-sifat manusiawi, tapi kalau Humanis itu yang bersifat berpusat
pada diri manusia, ini tidak baik menurut orang yang berpusat pada Tuhan. Hal
ini jika dilihat dari segmen sisi pendidikan.
Indonesia sekarang ini
sudah terjebak dalam skema Kapitalis,
Pragmatis, Utilitarian, Hedonis, atau sang Powernow. Jadi kalau ingin membaca riwayat hidup Indonesia di waktu
yang akan datang maka bacalah riwayat hidup Amerika. Karena Amerika itu adalah
tokoh dan sponsornya Powernow.
Indonesia sekarang ini berada pada fase dimana lebih suka dengan sensasi, itu
baik atau buruk tidak peduli. Kaitannya dengan artis yang turun ke dunia
politik itu fenomenanya bisa dikatakan sebagai kekecewaan masyarakat terhadap
situasi, atau bisa juga diistilahkan sebagai “nglulu”. Intuisi itu sangat
penting sekali. Ada intuisi ruang ada intuisi waktu. Intuisi ruang miaslnya
panjang, pendek, besar, kecil, jauh, dekat. Belajar intuisi itu dengan
peragaan, tidak perlu mendefinisikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar